Minggu, 30 Oktober 2011

MANUSIA DAN PENDERITAAN

PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita, dan kata derita berasal dari kata sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggug atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa lahir atau batin, atau lahir batin.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan dan peranan individu menentukan intensitas penderitaan. Peristiwa yang dianggap oleh seseorang sebagai penderitaan, belum tenti merupakan penderitaan bagi orang lain. Suatu penderitaan juga bisa menjadi energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Kasus penderitaan dalam kehidupan banyak macamnya. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya? Mislanya penderitaan fisik, tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita.

  • Pemutusan hak kerja
Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya, hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.
Kehilangan orang tua
Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.

  • Kemiskinan
Dalam hal ini mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan.namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia, semua di atur oleh uang, sibuk dengan tugas masing, tidak ada komunikasi. Hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata " makan ga makan yang penting kumpul".
  • Keguguran
Kehamilan merupakan suatu hal yang dinanti-nantikan bagi banyak pasangan dan juga merupakansuatu kebahagian tersendiri. Tetapi sayangnya rencana tidak selalu berjalan mulus. Masalah genetika/keturunan mungkin dapat menyebabkan pasangan susah mendapatkan anak atau selalu keguguran. Secara naluri, seorang ibu akan merasa lebih kehilangan dibanding pasangannya.

SIKSAAN 
Siksaan itu bisa berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya yang menimbulkan penderitaan. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung ataupun tidak langsung.
Siksaan yang bersifat psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan.
Kebimbangan dialami saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil, akibatnya berada dalam keadaan yang tidak menentu. Saat seperti itu seseorang akan merasa tersiksa. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya akan cepat mengambil suatu keputusan.
Kesepian merupaka rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak sama dengan keadaan sepi yang dialami petapa atau biarawan, karena walaupun tempat mereka sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Sebagai homo socius, seseorang perlu mencari kawan yang bisa diajak untuk berkomunikasi untuk menghilangkan rasa kesepian, selain mencari kawan seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan kesibukan khususnya yang bersifat fisik, sehingga rasa kesepian tidak memperoleh tempat dan waktu dalam dirinya.
Ketakutan merupakan bentuk lain yang menyebabkan siksaan batin. Bila rasa takut itu di besar-besarkan bukan pada tempatnya, maka disebut phobia. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat timbu meskipun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. Beberapa sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
  • Claustrophobia dan Agoraphobia
  • Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah rasa takut bila berada di tempat terbuka.
  • Gamang merupakan rasa takut bila berada di tempat yang tinggi
  • Kegelapan merupakan rasa takut bila berada di tempat yang gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan akan muncul sesuatu yang ditakuti.
  • Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
  • Kegagalan merupakan ketakutan seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankannya mengalami kegagalan.
Umumnya ada dua aliran tentang penyebab phobia. Ahli-ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sedangkan ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemanua dan tidak perlu ditemukan sebab-sebab untuk mendapat perawatan dan pengobatan. Kebanyakna ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karen sipenderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan sipenderita sepuluh kali lebih parah.
 
KEKALUTAN MENTAL 
Dalam ilmu psikologi penderitaan batin disebut kekalutan mental, dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmapuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar.
Gejala-gejala awal seseorang mengalami kekalutan mental :
  • Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, dema, nyeri pada lambung.
  • Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan :
  • Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
  • Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang normal bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan masalahnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Bukan melarikan diri dari masalah.
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental antara lain sebagai berikut :
  1. Kepribadian yang lemah
  2. Terjadinya konflik sosial budaya
  3. Cara pematangan batin
Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorong ke arah :
  1. Positif : trauma yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajud untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar.
  2. Negatif : taruma yang dialami diturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :
  • Agresi
  • Regresi
  • Fiksasi
  • Proyeksi
  • Identifikasi
  • Narsisme
  • Autisme
PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup. Manusia tidak boleh pesimis dan harus optimis, manusia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup. Allah telah berfirman dalam surat Arra’du : 11, bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha mengubahnya.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya dengan berjuang menhadapi tantangan hidup disertai do’a kepada Tuhan agar terhindar dari bahaya. Para pemimpin bangsa dan orang-orang besar di dunia sebagian kehidupannya dilalui dengan penderitaang dan penuh perjuangan.

PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia lainnya. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari pada dermawan dan sukarelawan berupa material atai tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah.
Media masa merupakan alat yang paling cepat untuk mengkomunikasikan peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.

PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila dikelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia diperinci sebagai berikut :
  • Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
Dapat terjadi dalam hubungan manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik.
  • Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan akan menimbulkan sikap dalam dirinya berupa sikap negatif ataupun positif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup. Biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, dan lain-lain.

sumber : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji : Ilmu Budaya Dasar seri diktat kuliah

MANUSIA DAN KEINDAHAN


1. Teori-Teori Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang berarti memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil dari merenung. Merenung dan termenung  jelas berbeda, merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings), sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control.
  a. Teori Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”, dan seorang tokoh lainnya Leo Tolstoi.
Bagi Benedeto Croce pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis, dan kata tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan. Sedangkan Leo Tolstoi menegaskan bahwa kegiatan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan suatu perasaan dari pengalaman diri sendiri melalui perantara gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang lain mengalami perasaan yang sama.
Dari penjelasan diatas bisa dibedakan bahwa Benedito Croce menyatakan bahwa pengungkapan berasal dari angan-angan, sedangkan Leo Tolstoi pengungkapan itu berasal dari pengalaman.
   b. Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Menurut Plato karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan, karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal.
Pada jaman modern teori seni yang bercorak metafisis juga dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-180). Menurut beliau seniman besar adalah seseorang yang mampu menembus segi-segi praktis dari benda-benda disekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam melalui perenungannya itu, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
   c. Teori Psikologis
Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis.
Teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Hebert Spencer (1820-1930). Teori permainan tentang seni tidak sepenuhnya diterima oleh para ahli estetik. Keberatan pokok yang dapat diajukan ialah bahwa permainan merupakan suatu kreasi, padahal seni adalah kegiatan yang serius dan pada dasarnya kreatif.
Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis adalah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Menurut teori penandaan itu karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya dari perasaannya.

2. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok. Sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas/ pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symetry), keseimbangan (balance), dan keterbalikan (contrast). Keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf Inggris Herbert Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubunga-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauty is unity of formal relations among our sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetikan suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan.
  a. Teori Obyektif dan Teori Subyektif
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif.
Menurut teori obyektif keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pendukung teori ini adalah Plato, Hegel, dan Bernard Bocanquat.
Sedangakan menurut teori subyektif ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Dan pendukung teori ini adalah Henry Home, Earlof Shffesbury, dan Edmund Burke.
  b.  Teori Perimbangan
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dipahami dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke-17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni.
Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang sifatnya seubyektif. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda. Umumnya para seniman romantik berpendapat, bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan, dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.

sumber :  Nugroho, Widyo dan Muchji, Achmad. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma.
 
terimakasih kepada narasumber, mohon maaf jika dalam prnulisan disini dipersingkat.

Selasa, 04 Oktober 2011

Ilmu budaya dasar dalam kesustraan


1.  Pendekatan Kesusastraan
Hampir di setiap zaman, seni termasuk sastra memegang peranan penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukannya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang humanities yang lain, seperti mislanya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampainya.
Hampir di setiap zaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa.
Ilmu budaya dasar dalam sastra semata mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajarkan sebagai salah satu satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa dan sebagainya.

2. 
Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa banyak pandannya. Kadang-kadang disebut narative fiction, proses fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
A. Prosa lama meliputi
  1. Dongeng- dongeng
  2. Hikayat
  3. Sejarah
  4. Epos
  5. Cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi
  1. Cerita pendek
  2. Roman/novel
  3. Biografi
  4. Kisah
  5. Otobiografi

3. 
Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa fiksi) langsung tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adaoun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
  • Prosa fiksi memberikan kesenangan
  • Prosa fiksi memberikan informasi
  • Prosa fiksi memberikan wawasan kultural
  • Prosa memberikan keseimbangan wawasan

4.
Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang / unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik / estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreavitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
  1. Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
  2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
  3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasna tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair hingga terasa hidup dan memukau
  4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambah nilai-niali rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu
  5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati 
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
  1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
  2. Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
  3. Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaa. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan)
Rendra dengan puisinya “episode” misalnya, melukiskan betapa kemesraan cinta begitu merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda mudi yang sedang menjalin cinta.

Sumber : Nugroho, Widyo dan Muchji, Achmad. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma.
sumber gambar : http://kolomkiri.files.wordpress.com/2010/09/book.jpg 
terimakasih kepada narasumber, mohon maaf jika dalam prnulisan disini dipersingkat.

Manusia dan cinta kasih

Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarmita, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. karena itu cinta dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruhbelas kasihan.
Namun meski memiliki kesamaan, pengertian cinta lebih kepada mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarannya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Berikut yang menunjukkan segitiga cinta.
Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi, menengah, dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah. Cinta menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.


Cinta menurut ajaran agama
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencinta oranglain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasul-Nya. Bebagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
  1. Cinta diri : erat kaitannya dengan menjaga diri
  2. Cinta kepada sesama manusia : agar manusia hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan
  3. Cinta seksual : erat kaitannya dengan dorongan seksual.
  4. Cinta kepada Allah : puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual.
  5. Cinta kepada Rasul : Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral,maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Kasih sayang
 Pengertian kasih sayang menurut kamus umu bahasa indonesia kearangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi anatar anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :

  • Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
  • Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
  • Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Kasih sayang itu nampak sekali bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya itu bercakap-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti kata-kata, lagu dan sebagainya.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orag dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai kemampuan dan bakatnya. Rendra dalam puisinya “Episode” mislanya, melukiskan betapa kemesraan cinta merasuk kedalam jiwa dua sejoli muda mudi yang sedang menjalin cinta.
 
Kami duduk berdua
di bangku halaman rumahnya
pohon jambu di halaman itu
Berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya
angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
tiba-tiba ia bertanya
“mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?”
aku hanya tertawa
lalu ia sematkan dengan mesra
sebuah peniti menutup bajuku
sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya


Pemujaan
 Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta kepada Tuhannya yang di wujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti , nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Belas kasihan
Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Perbedaan kata rahmah dengan rahman adalah, kalau rahman ada unsur memberi, sedangkan rahmah adalah kit amenaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya.
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan. Ada berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung pada situasi da kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dam sebagainya.


Cinta kasih erotis
Cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurnam akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan berntuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

sumber : Nugroho, Widyo dan Muchji, Achmad. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Gunadarma